Sebagai Integrator Perencanaan dan Pemrograman, BPIW Perlu Melakukan Pengkayaan Materi Pengembangan Infrastruktur Wilayah

Layanan Informasi BPIW     |     14 Jun 2022     |     02:06     |     53
Sebagai Integrator Perencanaan dan Pemrograman, BPIW Perlu Melakukan Pengkayaan Materi Pengembangan Infrastruktur Wilayah
Foto Sebagai Integrator Perencanaan dan Pemrograman, BPIW Perlu Melakukan Pengkayaan Materi Pengembangan Infrastruktur Wilayah

Dalam rangka pendalaman pemahaman mengenai Pengembangan Infrastruktur Wilayah (PIW), Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR menggelar pengkayaan materi terkait PIW tersebut. Hadir sebagai narasumber dari akademisi maupun dari Tenaga Ahli Menteri PUPR Bidang Strategi Pembangunan Infrastruktur. Kegiatan itu digelar dalam rangkaian Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan BPIW Tahun Anggaran (TA) 2021, Percepatan Kegiatan TA 2022, dan Persiapan Kegiatan TA 2023 di Balikpapan, Senin, 13 Juni 2022.

Saat memberikan arahan pada kegiatan itu, Kepala BPIW Rachman Arief Dienaputra mengatakan pengkayaan materi diperlukan, karena BPIW menjadi integrator perencanaan dan pemrograman Kementerian PUPR. “Kegiatan yang kita lakukan ini terkait substansi di BPIW,” tuturnya. 

Pada kesempatan itu, Arief kembali menyampaikan arahan Menteri PUPR bahwa fungsi BPIW adalah planning plus budgeting. “Bapak Menteri juga minta hak veto programming ada di BPIW. Bila Bapak Menteri bilang hak veto di BPIW, bukan main-main. Itu suatu penghargaan untuk BPIW yang dipercaya untuk melaksanakan hal itu,” tuturnya. Peran tersebut menurutnya harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.  

Pengkayaan materi disampaikan oleh narasumber Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Diponegoro (UNDIP) Okto Risdianto Manulang membahas mengenai Metode Kuantitatif Analisis Dampak, dengan Kepala Bidang Keterpaduan Program, Mangapul L. Nababan sebagai moderator.  Pada sesi ini disampaikan materi prinsip dasar Analisis Kuantitatif Evaluasi Dapmap dengan tiga pendekatan utama yaitu multiplier effect, Bayesian Modeal dan Structrural Equation Model (SEM). Secara umum pendekatan ini akan menghitung dampak yang dihasilkan atas intervensi pada variabel-variabel tertentu dalam perekonomian, khususnya pengembangan infrastruktur.

Menurut Arief dari materi yang disampaikan akademisi tersebut, dapat didapatkan gambaran peran penting BPIW, agar BPIW dapat membuat prioritisasi atau memilih program yang penting dan tidak penting atau memilih program yang harus ditunda atau yang harus dilaksanakan. 

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni Tenaga Ahli Menteri PUPR Bidang Strategi Pembangunan Infrastruktur Rizky Ferianto, dengan moderator Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional Benny Hermawan. 

Pada kesempatan itu  Rizky menerangkan mengenai Strategi Pemanfaatan Pinjaman Dalam Negeri untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris BPIW Iwan Nurwanto, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah I Hari Suko Setiono, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah II Kuswardono, dan Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III Rudy Manggas Siahaan. Selain itu dihadiri pejabat administrator, pejabat pengawas, koordinator, sub koordinator, dan staf BPIW.  (Hen/infobpiw)

 

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: