BPIW Updating Pengembangan Kawasan Bukapalipatar
Layanan Informasi BPIW     |     23 Dec 2019     |     07:12     |     278
BPIW Updating Pengembangan Kawasan Bukapalipatar
Foto BPIW Updating Pengembangan Kawasan Bukapalipatar

Kawasan Bukapalipatar  yang berada di Sumatera Barat terdiri dari Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Padang Panjang, dan Tanah Datar. Kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama dari segi pariwisata. Namun di sisi lain, kawasan yang dianggap beberapa kalangan sebagai Embrio Metropolitan itu juga menghadapi beberapa tantangan seperti bencana alam, banjir, dan kemacetan lalulintas. 

Sebelumnya, telah dibuat kesepakatan pada 2014 untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menyatakan saat ini tengah dilakukan            updating terkait  kawasan tersebut. “Updating dilakukan mengingat potensi wilayah serta memperhatikan masalah yang ada di sana,” ujar Hadi saat menggelar rapat terkait kawasan Bukapalipatar itu di ruang rapat BPIW, Senin, 23 Desember 2019.

Dikatakannya juga bahwa dukungan Kementerian PUPR dilakukan terhadap 10+2 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satunya ada di Sumatera Barat yakni di Mandeh. Namun kini pemerintah memfokuskan pada lima Kawasan Super Prioritas yakni Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Likupang.

Data Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPR  menyebutkan bahwa Program yang direncanakan untuk Tahun Anggaran 2022 - 2024 di Kawasan Bukapalipatar seperti Revitalisasi Danau Maninjau, pembangunan fisik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Baso Kabupaten Agam dengan  kapasitas 4 lt/dtk, Pembangunan SPAM IKK Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh dengan kapasitas 5 lt/det di Kota Bukittinggi dan Pembangunan Rumah Baru di Kabupaten Agam.

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA 1 Landbouw Bukittinggi  Indrajaya Putra Januar menyatakan sebagai pihak yang mendorong pengembangan Bukapalipatar, ia berharap perencanaan dan pemprograman yang dibuat BPIW dapat membantu agar infrastruktur di kawasan tersebut dapat diperbaiki. (Hen/infobpiw)

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: