Kepala BPIW Jelaskan Mengenai Infrastruktur PUPR dan Peran BPIW, Saat Menerima Kunjungan Second Secretary Kedutaan Besar Republik Singapura

Layanan Informasi BPIW     |     14 Jan 2022     |     05:01     |     35
Kepala BPIW Jelaskan Mengenai Infrastruktur PUPR dan Peran BPIW, Saat Menerima Kunjungan Second Secretary Kedutaan Besar Republik Singapura
Foto Kepala BPIW Jelaskan Mengenai Infrastruktur PUPR dan Peran BPIW, Saat Menerima Kunjungan Second Secretary Kedutaan Besar Republik Singapura

Kepala BPIW Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra menerima kunjungan Second Secretary Kedutaan Besar Republik Singapura  Linus Wong di ruangan kerjanya, Selasa, 11 Januari 2022. 

Dalam pertemuan tersebut Linus mengatakan kunjungannya itu bertujuan untuk memahami lebih banyak mengenai program BPIW dan memahami lebih banyak pengembangan infrastruktur di beberapa wilayah di Indonesia seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang di Sulawesi, dan Bandar Udara Bali Utara. 

inus pun tak menampik akan kemungkinan kerja sama negara negaranya dengan Indonesia terutama terkait IKN dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal itu menurutnya akan dibicarakan lebih lanjut saat Menteri Perencanaan Pembangunan Singapura yang direncanakan datang ke Indonesia, Maret mendatang. Pada kesempatann kunjungan tersebut menurutnya Menteri Perencanaan Pembangunan Singapura ingin bertemu dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Rachman menyambut baik kedatangan perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Singapura  tersebut. Ia menerangkan bahwa dalam pembangunan infrastruktur di IKN, Singapura dapat saja berperan dalam hal manajemen konstruksi. Hal ini menurutnya memungkinan untuk dikerjasamakan dengan Singapura, mengingat negara tersebut memiliki kemampuan dalam mengelola grand building, smart water, dan smart sanitation

Menurut Rachman selain IKN, Indonesia memiliki program yang besar yakni pengembangan KSPN seperti Labuan Bajo, Mandalika, Wakatobi, dan Raja Ampat. BPIW turut andil dalam membuat Integrated Tourism Master Plan (ITMP) pada KSPN tersebut. 

Ia juga menilai pengembangan KSPN itu dapat dikolaborasikan dengan investor dari Singapura. “Salah satu KSPN yakni Wakatobi merupakan heritage area. Dengan pengalaman Singapura dapat mengembangkan Wakatobi dengan lebih profesional lagi,” ucapnya.

Rachman juga menjelaskan mengenai Kawasan Industri (KI) yang dikembangkan di Indonesia seperti KI di Kemingking di Provinsi Jambi dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Ia juga menjelaskan mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Cukup banyak yang bisa kita kembangkan, yang  paling bagus  Lumbung Ikan Nasional di Ambon, disana ada Ambon New Port  yang butuh kerja sama dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau (KPBU),” tuturnya. 

Ia juga menerangkan peran BPIW sebagai lembaga yang mengkolaborasikan pembangunan infrastruktur bidang PUPR. Selain itu menurutnya BPIW saat ini sedang mempersiapkan Rapat Koordinasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil). Dalam Rakorbangwil tersebut Kementerian PUPR melalui BPIW mengkolaborasikan pembangunan infrastruktur bidang PUPR dengan Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.”Kita juga menjalin komunikasi dengan Kementerian PPT/Bappenas sebagai instansi pemerintah yang menangani perencanaan secara nasional, “ ujarnya. 

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional BPIW Benny Hermawan yang turut hadir dalam pertemuan itu menyatakan bahwa Indonesia dapat belajar dari Singapura dalam pembangunan infrastruktur.  Dalam kesempatan itu ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Singapura dapat juga dilakukan di wilayah timur Indonesia seperti di Sulawesi dan Papua. (Hen/infobpiw)

 

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: