Kementerian PUPR Dukung Youth Creative Hub di Papua

Layanan Informasi BPIW     |     24 May 2021     |     01:05     |     204
Kementerian PUPR Dukung Youth Creative Hub di Papua
Foto Kementerian PUPR Dukung Youth Creative Hub di Papua

Generasi muda mempunyai peran penting dalam pembangunan tak terkecuali generasi muda yang ada di Papua. Sehubungan dengan hal itu Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III BPIW Kementerian PUPR, Manggas Rudy Siahaan  mengatakan diperlukan infrastruktur yang mendukung pengembangan inovasi dan kreativitas kaum muda asli Papua atau  Youth Creative Hub sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Untuk itu menurutnya Kementerian PUPR secara penuh mendukung program  tersebut.

Selain itu menurutnya perlu adanya dukungan infrastruktur pendukung lain untuk mengoptimalkan Papua Youth Creative dan Asrama Mahasiswa Nusantara, seperti air bersih, listrik, dan jaringan internet. “Mewujudkan hal itu perlu adanya kolaborasi, kerja sama dan komitmen dari dan antar Kementerian/Lembaga (K/L) di Pemerintah Pusat,” ujarnya saat memberikan paparan pada Focus group discussion  (FGD) Strategi Pengembangan Infrastruktur Pendukung Youth Creative Hub dan Asrama Mahasiswa Nusantara di Papua, Kamis, 20 Mei 2021.

Dikatakannya juga bahwa  Pemerintah Daerah turut berperan untuk mengoptimalkan program pembangunan dan pengembangan Infrastruktur untuk golongan kaum muda tersebut, terutama terkait kelembagaannya.

“Jarak sekolah yang berada jauh di wilayah perkotaan dan tidak dilengkapi dengan asrama mengakibatkan biaya untuk menempuh pendidikan tinggi. Asrama mahasasiwa nusantara dapat diterapkan pada tingkat pendidikan menengah sehingga bisa menekan biaya pendidikan dan meningkatkan angka partisipasi sekolah.

Pembangunan Papua Youth Creative Hub dan Asrama Mahasiswa Nusantara diharapkannya dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta mendongkrak daya saing dan demi terwujudnya Keadilan Sosial di Pulau Papua.

“Kedepan, Papua sangat bergantung pada generasi mudanya. Namun kondisi saat ini kualitas SDM masih rendah dan kualitas pendidikan belum merata. Tantangan lainnya adalah masih kurangnya akses pada peningkatan kreativitas,” tuturnya. Tantangan tersebut menurutnya perlu dilakukan secara bersama  seluruh stakeholder. Hal ini penting dilakukan mengingat Papua merupakan salah satu prioritas  pembangunan di Indonesia.

 

Disampaikannya juga bahwa Inpres No. 9 Tahun 2020  dan RPJMN 2020-2024 merupakan dasar hukum yang cukup kuat, untuk mendorong percepatan pembangunan di Papua. “Pekan Olahraga Nasional yang dilaksanakan tahun ini di Papua merupakan potensi untuk peningkatkan kualitas pembangunan di segala bidang. Salah satunya adalah “lahirnya” juara-juara dari  pulau yang mempunyai slogan “Mutiara Hitam” tersebut,” tuturnya

 

Kegiatan yang dimoderatori  Kabid Pengembangan Infrastruktur Wilayah  3C Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III BPIW,  Doedoeng Z. Arifin ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Oktorialdi. Pada kesempatan itu ia memaparkan mengenai Konsep Pengembangan SDM di Provinsi Papua dan Papua Barat. Menurutnya konsep pengembangan SDM di Pulau Papua ini dilakukan dengan beberapa program seperti Quick Wins 2021 – 2022 yang merupakan Kerangka Regulasi di Pemerintah Pusat. Kerangka regulasi terkait peningkatan SDM seperti Asrama Mahasiswa Nusantara, Rekruitmen SDM Unggul Orang Asli Papua (OAP) di K/L, BUMN dan Swasta Nasional, dan Manajemen Talenta Muda Papua.

Narasumber lainnya, Kasubag TU Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud, Yudil Chatim memaparkan mengenai Strategi Penyiapan Pemuda Papua dalam Dunia Usaha dan Industri. Menurutnya  kurikulum harus sinkron dengan dunia usaha dan industri. Untuk itu dibutuhkan strategi berupa guru tamu expert untuk dapat mengajarkan mengenai dunia usaha dan industri tersebut. “Hal ini sangat menguntungkan industri yang bermitra dengan pendidikan vokasi, karena adanya program magang,” ungkapnya.

 

Kasubdit Perencanaan Teknis Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Yuri Hermawan menjadi narasumber berikutnya. Dalam paparan ia menjelaskan mengenai pembangunan rumah susun di Papua. Menurut Yuri untuk mendukung PON di pulau tersebut, Kementerian PUPR membangun rumah susun sejak 2018 lalu dan pada 2020 dibangun 6 Tower/215 unit rumah susun. Pembangunan rumah susun juga dibangun untuk mahasiswa dan pelajar  seperti di Universitas Musamus, Kabupaten Merauke dan Ponpes Annaja di kabupaten yang sama.

 

Kemudian, narasumber yang merupakan Sesdep Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga,  Esa Sukmawijaya mengatakan Papua Youth Creative Hub tersebut merupakan bagian dari Arah Pembangunan Wilayah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara juga menjadi bagian dari arah pembangunan tersebut.

 

Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya, Boby Ali Azhari yang hadir melalui video conference mengatakan salah satu yang penting adalah dukungan penuh dari lintas K/L, untuk mengimplementasikan perencanaan pembangunan di Papua.  Dikatakannya juga bahwa Ditjen Cipta Karya menyediakan anggaran cukup besar yakni mencapai miliaran rupiah untuk membangun asrama mahasiswa dan termasuk anggaran pemeliharannya. Oleh karena itu penting untuk memastikan kemanfaatan infrastruktur yang akan terbangun tersebut.

Sedangkan perwakilan Desk Papua Kementerian PPN/Bappenas, Tere mengusulkan didirikannya lembaga baru untuk mengelola creative hub. Namun menurutnya perlu dipertimbangkan dan dibicarakan lebih lanjut efek domino jangka panjang terkait hal itu. Selain lintas K/L, kegiatan ini juga diikuti perwakilan unit kerja di lingkungan BPIW Kementerian PUPR. (Hen/infobpiw)

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: