BPIW Susun Konsep Pengembangan Tiga Wilayah Metropolitan
Layanan Informasi BPIW     |     31 Aug 2020     |     07:08     |     257
BPIW Susun Konsep Pengembangan Tiga Wilayah Metropolitan
Foto BPIW Susun Konsep Pengembangan Tiga Wilayah Metropolitan

Pemerintah telah menetapkan pengembangan 10 wilayah metropolitan prioritas. Dari 10 wilayah metropolitan tersebut, BPIW saat ini sedang melakukan penyusunan pengembangan kawasan metropolitan Kedungsepur (Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kabupaten Grobogan). 

 

Setelah Kedungsepur, BPIW akan melanjutkan penyusunan konsep  pengembangan sembilan wilayah  metropolitan.  Namun, dalam rapat ini dibahas tiga wilayah metropolitan yakni Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar), Mebidangro (Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo), dan Bimindo (Bitung, Minahasa, dan Manado).  

 

Rapat membahas konsep penyusunan tiga metropolitan tersebut dilakukan pada 27 Agustus lalu dipimpin oleh Kepala BPIW Hadi Sucahyono.  Dalam rapat dibahas beberapa hal seperti profiling kawasan Metropolitan Mamminatasa dan identifikasi kawasan strategis yang meliputi kawasan industri, aerocity, pelabuhan, dan pendidikan. Dalam pertemuan itu Hadi meminta tim dapat memuat kondisi eksisting kawasan metropolitan tersebut. Misalnya di sisi utara metropolitan itu  terdapat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toraja yang menjadi salah satu destinasi pariwisata yang didukung pengembangannya oleh Kementerian PUPR.

 

Sedangkan penyusunan konsep pengembangan Metropolitan Mebidangro dilakukan dengan melihat sektor dominan yaitu industri, pertanian, serta perdagangan dan jasa. Terkait hal itu Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah I, Tris Raditian berharap dengan adanya pengembangan kawasan Metropolitan Mebidangro, dapat memperlancar konektivitas komoditas dari Tanah Karo dan sumber-sumber produksi lainnya. “Komoditas dari Provinsi Sumatera Utara seperti hasil holtikultura dan tanaman pangan, sudah terkenal untuk ekspor melalui Pelabuhan Belawan,” tuturnya.

 

Sementara terkait Pengembangan Metropolitan Bimindo tim penyusun memaparkan mengenai konsep pengembangan infrastruktur sektor Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Perumahan. Untuk konsep pengembangan infrastruktur beberapa diantaranya adalah pengembangan jaringan jalan tol ruas Bandara–Likupang (Bina Marga), Sistem Penyedian Air Minum (SPAM) Kota Tomohon (Cipta Karya), pembangunan embung sumber air baku Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang (Sumber Daya Air), dan pembangunan rumah susun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Perumahan). 

 

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah Nasional, Firman H. Napitupulu menambahkan bahwa revitalisasi metropolitan dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Dalam tahap awal menurutnya diperlukan identifikasi permasalahan metropolitan dikaitkan dengan rencana pengembangan eksisting yang sudah ada maupun tidak.  “Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, program yang dibuat bertujuan untuk rehabilitasi dan revitalisasi kegiatan ekonomi masyarakat dalam jangka pendek,” tutur Firman. 

 

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III,  Manggas Rudy Siahaan yang memoderatori pertemuan itu menyatakan nantinya akan diagendakan survei ke lapangan dan melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.  Sedangkan pertemuan asistensi selanjutnya dijadwalkan tiga minggu lagi. 

 

Menurut Hadi, kedepan BPIW akan menyusun enam Kawasan Metropolitan lagi, yakni Patungraya Agung (Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir), Jabodetabek-Punjur (DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Cianjur).

Kemudian, Cekungan Bandung (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi), Gerbangkertosusila (Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Bangkalan). Lalu ada Banjarbakula (Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut), serta Sarbagita (Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan). (Hen/infobpiw)

 

 

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: