BPIW Percepat Pengembangan Metropolitan Kedungsepur
Layanan Informasi BPIW     |     16 Jul 2020     |     06:07     |     207
BPIW Percepat Pengembangan Metropolitan Kedungsepur
Foto BPIW Percepat Pengembangan Metropolitan Kedungsepur

BPIW Kementerian PUPR komitmen melakukan percepatan pengembangan kawasan Metropolitan Kedungsepur (Kab. Kendal, Kab. Demak, Kota Semarang, Ungaran Kab. Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kab. Grobogan). Demikian terungkap dalam rapat lanjutan "Penyiapan Rencana Pengembangan Metropolitan Kedungsepur" yang dibuka langsung Kepala BPIW, Hadi Sucahyono di Kantor BPIW, Jakarta, Kamis (16/7). Pelaksanaan rapat dilakukan tersambung secara virtual sesuai Protokol Kesehatan pencegahan COVID-19. 

Saat membuka rapat, Hadi menyampaikan, aksi pengembangan Metropolitan Kedungsepur diharapkan bisa dilakukan dalam waktu dekat. "Harapannya agar saat pandemi Covid-19 ini terlewati, hasil pembangunannya dapat cepat membangkitkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan metropolitan sendiri," terang Hadi. 

Ia menambahkan, saat ini ada 10 kawasan metropolitan prioritas untuk dikembangkan di Indonesia. "Sesuai arahan terbaru Bapak Presiden dan Pak Menteri PUPR, Metropolitan Kedungsepur didorong menjadi metropolitan pertama yang mendapat penanganan saat ini," paparnya.  

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, Kementerian PUPR diminta memberikan masukan dan menyampaikan program untuk dibangun dalam jangka pendek serta jangka panjang di Metropolitan Kedungsepur. 

"Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 78 tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi. Metropolitan Kedungsepur merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN) dari sudut kepentingan ekonomi," terang Hadi.

Dari hasil survey BPIW pekan lalu, Hadi memaparkan, lokasi kawasan strategis di Kedungsepur meliputi 11 lokasi, yakni Kawasan Peruntukkan Industri (KPI) Kendal, Kawasan Industri (KI) Kendal, KI Candi, KI Wijaya Kusuma, KI Terboyo, Klaster Industri Ungaran, KI Sayung, Export Processing Zone (EPZ) Tanjung Emas, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak serta Danau Rawa Pening.

"Adapun perkiraan kebutuhan infrastruktur mendesak di Metropolitan Kedungsepur, diantaranya pemenuhan Air Baku dan Rusun Pekerja KI Kendal, penanganan drainase Sayung, penataan Kawasan Tambak Lorok, TPA Regional, penanganan sedimentasi dan pencemaran enceng gondok di Rawa Pening dan lainnya,” papar Hadi

Rapat koordinasi tersebut diikuti pula oleh perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Pemerintah Kab/Kota di wilayah Metropolitan Kedungsepur, serta para pakar terkait pengembangan wilayah dan perkotaan, yakni A. Hermanto Dardak, Andy Siswanto, Wicaksono Sarosa, Denny Zulkaidy, serta Sugiyantoro. 

Pada sesi diskusi dalam rapat tersebut dipimpin Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah II, Kuswardono. Sebelum menutup rapat tersebut, Kuswardono mengatakan, dalam waktu dekat BPIW bersama Pemda di wilayah Metropolitan Kedungsepur dan para pakar akan melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Metropolitan Kedungsepur untuk dapat lebih mendetailkan rencana pengembangan Metropolitan Kedungsepur.(ris/infoBPIW)  

 

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: