BPIW Manfaatkan Data Geologi Untuk Perencanaan Pembangunan Infrastruktur
Layanan Informasi BPIW     |     30 Oct 2020     |     10:10     |     89
BPIW Manfaatkan Data Geologi Untuk Perencanaan Pembangunan Infrastruktur
Foto BPIW Manfaatkan Data Geologi Untuk Perencanaan Pembangunan Infrastruktur

Data dan informasi geologi sangat bermanfaat dalam menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur berbasis pengembangan wilayah. Salah satu data geologi adalah menyediakan informasi potensi bencana geologi dalam pengembangan kawasan perkotaan sebagai upaya pengurangan resiko bencana (disaster risk reduction) seperti gempa bumi, gelombang tsunami, gerakan tanah, likuefaksi, dan kebencanaan lainnya. 

 

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Hadi Sucahyono menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Metode Seismik Pasif untuk Karakterisasi Sedimen Permukaan dan Estimasi Penguatan Gelombang Gempabumi di Beberapa Kota Besar di Indonesia. Kegiatan ini digelar Badan Geologi Kementerian ESDM secara langsung di Cirebon dan juga melalui video conference (vicon), Kamis 22 Oktober 2020. 

 

Lebih lanjut Hadi menyatakan bahwa pemanfaatan data dan informasi geologi dalam perencanaan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur yang berketahanan terhadap bencana terutama bencana geologi yang sulit untuk diprediksi waktu kejadiannya. Ketahanan terhadap bencana akan sangat bermanfaat untuk meminimalisir kerugian materi maupun immateri.

 

Pada kesempatan itu Hadi mencontohkan pemanfaatan data/informasi geologi  untuk analisa daya dukung lingkungan di kawasan Metropolitan Kedungsepur (Kab. Kendal, Kab. Demak, Ungaran Kab. Semarang, Kota Salatiga, Kota Semarang, dan Purwodadi Kab. Grogiban, Kota Semarang) yang telah dikaji BPIW.

 

Hadi menjelaskan Kawasan Kedungsepur Bagian Utara (Kab. Kendal, Kab. Demak, dan Kota Semarang bagian Utara) memiliki tingkat kerawanan bencana geologi rendah.  Sedangkan  Kawasan Kedungsepur Bagian Selatan (Kab. Semarang) memilki tingkat kerawanan bencana gerakan tanah menengah-tinggi. “Sebagian besar Kawasan Kedungsepur memiliki tingkat kerawanan gempa bumi rendah,” jelasnya. Dari sisi banjir Rob  berada di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah  (Kab. Kendal hingga Kab. Demak) dan daerah banjir akibat endapan lumpur di sungai utama dan curah hujan yang tinggi.  

 

Kebutuhan data geologi dalam pengembangan kawasan perkotaan diantaranya mencakup kondisi tanah dan batuan, aktivitas tektonik, hidrologeologi, geodinamika, dan sumber daya geologi . Informasi tanah dan batuan sangat diperlukan untuk merencanakan penempatan bangunan dengan kondisi struktur yang memadai termasuk kebutuhan untuk penyediaan bangunan vertikal yang semakin tumbuh di kawasan perkotaan di masa depan. 

 

Informasi tektonik seperti struktur geologi bawah permukaan sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana bawah permukaan, contohnya  pembangunan sarana transportasi bawah permukaan maupun pembangunan prasarana dan sarana permukiman di perkotaan (bendungan, instalasi air bersih, jaringan jalan dan infrastruktur pendukung kota lainnya).

 

Kondisi hidrogeologi juga dibutuhkan dalam menemukan sumber-sumber air tanah untuk air baku, cekungan air tanah, dan kondisi daerah-daerah cekungan maupun pedataran yang perlu dikelola drainase perkotaannya sehingga dapat mengurangi ataupun  menghindari potensi banjir. 

 

Hadi juga menekankan kebutuhan informasi geodinamika, seperti pola arus, arah dan besarnya gelombang laut, pola transportasi pasir, pembentukan bukit pasir (sand dunes), pola sedimentasi dan erosi, serta proses-proses lainnya. Data dan informasi ini sangat diperlukan dalam rangka penyiapan reklamasi pantai yang akan mendorong kecenderungan untuk menambah daratan di kota-kota yang terletak di pantai seperti Jakarta dan Semarang.

 

Webinar tersebut juga menghadirkan narasumber lain seperti dari Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dan Pusat Survey Geologi. Fokus pembahan berkaitan dengan kebutuhan mitigasi bencana, isu-isu geologi tata lingkungan di kota-kota besar, dan upaya penyediaan data geologi untuk mendukung perencanaan kota. (Hendra-iml/infobpiw)

 

 

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: