Pra Konreg BPIW Hari Pertama Soroti Dukungan Infrastruktur SDA untuk Ketahanan Pangan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) menggelar
Pra Konsultasi Regional (Pra Konreg) pada 18–23 Februari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini merupakan
tahapan lanjutan dalam proses pemrograman yang bertujuan menajamkan serta menyinkronkan kegiatan
hasil Rapat Koordinasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil) sebelum dibahas
lebih lanjut dalam forum Konsultasi Regional (Konreg) yang akan dilaksanakan pada bulan April.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional BPIW, Zevi Azzaino.
Dalam arahannya, Zevi menegaskan bahwa Pra Konreg menjadi momentum krusial untuk memastikan setiap
kegiatan benar-benar memiliki urgensi, kesiapan teknis, serta keterkaitan dengan prioritas nasional.
“Kita harus melihat urgensi kegiatan, bagaimana integrasinya dengan sektor lain, dan seberapa
penting dampaknya bagi pengembangan wilayah. Jadi bukan hanya soal ada atau tidaknya kegiatan,
tetapi seberapa kuat justifikasinya,” ujar Zevi.
Ia juga menekankan bahwa proses pemrograman membutuhkan ketajaman dalam menentukan prioritas, baik
untuk program yang mendukung Prioritas Nasional (PN) maupun non-PN. Dalam konteks tersebut, Pra
Konreg difokuskan pada pembahasan kegiatan yang telah diakomodasi sebelumnya, untuk kemudian
dilakukan penajaman lebih lanjut bersama unit organisasi teknis.
Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada sektor Sumber Daya Air (SDA) dengan menghadirkan Indah
Salvia Amin, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Strategi Pengelolaan Subdirektorat Strategi, Program, dan
Anggaran, Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SSPSDA), Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air. Secara keseluruhan, sektor SDA membahas 305 pekerjaan yang tersebar di berbagai
wilayah.
Pembahasan menitikberatkan pada program yang mendukung swasembada dan ketahanan pangan melalui
pembangunan dan pengelolaan infrastruktur seperti bendungan, waduk, bendung, serta daerah irigasi.
Selain itu, dilakukan klarifikasi terhadap readiness criteria, seperti ketersediaan lahan dan
penyusunan Detail Engineering Design (DED), serta sinkronisasi lintas sektor.
Pada sesi wilayah I (Sumatera dan Kalimantan) yang diampu oleh Kepala Pusat Pengembangan
Infrastruktur PU Wilayah I, Benny Hermawan, pembahasan menitikberatkan pada dukungan infrastruktur
sumber daya air dalam rangka pengendalian daya rusak air serta pemenuhan kebutuhan air baku. Selain
itu, dilakukan penajaman terhadap aspek kesiapan pelaksanaan, termasuk kesiapan lahan, perencanaan
teknis, serta kebutuhan sinkronisasi dengan unit organisasi lain, khususnya dalam mendukung
keterpaduan pembangunan infrastruktur permukiman.
Pada sesi wilayah III (Sulawesi, Maluku, dan Papua) yang diampu oleh Kepala Pusat Pengembangan
Infrastruktur PU Wilayah III, Pranoto, pembahasan difokuskan pada dukungan terhadap kawasan
strategis dan kawasan prioritas pembangunan, termasuk penguatan ketahanan pangan dan konektivitas
wilayah. Penajaman dilakukan terhadap urgensi usulan kegiatan, efektivitas dukungan infrastruktur,
serta kesesuaian dengan kebijakan pembangunan jangka menengah.
Sementara itu, pada sesi wilayah II (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) yang diampu oleh Kepala Pusat
Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah II, Airlangga Mardjono, pembahasan mencakup penguatan layanan
infrastruktur sumber daya air melalui rehabilitasi, peningkatan kapasitas, serta pengendalian
banjir. Selain itu, dilakukan penajaman terhadap kesiapan teknis kegiatan, termasuk kelengkapan
dokumen perencanaan dan kesesuaian dengan rencana strategis sektor sumber daya air.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Keterpaduan Program dan Anggaran, Pusat Pengembangan
Infrastruktur Wilayah Nasional, Alis Listalatu sebagai moderator acara, Kepala Bidang Pengembangan
Infrastruktur Wilayah III.A, Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah III, Setyo
Purnomo, Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.A, Pusat Pengembangan Infrastruktur
Pekerjaan Umum Wilayah I, Hasna Widiastuti, Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.C,
Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah I, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah,
Zaldy Sastra, Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.B, Pusat Pengembangan Infrastruktur
Pekerjaan Umum Wilayah I, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Fransisco, serta para pegawai di
lingkungan BPIW (Mut/Tiara)