Pra Konreg Hari Kedua, Fokuskan Pembahasan pada Sektor Bina Marga

Seluruh desk dalam Pra Konreg 2026 melaksanakan penajaman kegiatan sektor lintas unor pada setiap wilayah secara komprehensif melalui pemetaan dan verifikasi program yang telah diusulkan


Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) menggelar kegiatan Pra Konsultasi Regional (Pra Konreg) Tahun 2026 untuk pemrograman infrastruktur Pekerjaan Umum (PU) Tahun Anggaran (TA) 2027. Pra Konreg pada hari ini memasuki hari kedua yang difokuskan pada sektor Bina Marga. Kegiatan ini digelar secara hybrid pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Zevi Azzaino yang menekankan pentingnya efektivitas dan ketepatan klasifikasi program agar pembahasan Pra Konreg berjalan fokus serta menghasilkan daftar kegiatan siap dibahas pada tahap Konreg.
“Proses pemrograman TA 2027 harus selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan keterbatasan ruang fiskal,” jelas Zevi.
Pelaksanaan Pra Konreg dibagi ke dalam tiga desk. Dalam sesi pertama desk 1, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.A, Hasna Widiastuti yang membahas Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau. Pembahasan tersebut termasuk proyek Jembatan Rantau Berangin di Riau yang masih membutuhkan pemenuhan lahan dan survei teknis. Desk 2, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.B, Fransisco, membahas Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, dan Provinsi Bangka Belitung, Desk 3, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.C, Zaldy Sastra, membahas Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara, meninjau kesiapan fisik jalan dan jembatan, alokasi anggaran TA 2027, serta penyelesaian proyek perbatasan dan monitoring jembatan strategis.
Sesi kedua desk menitikberatkan padawilayah Sulawesi dan wilayah Papua. Desk 1, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah III.A, Setyo Purnomo, membahas Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Provinsi Gorontalo. Desk 3, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah III.C, Andie Pramudita Saidhidayat, membahas Provinsi Papua dengan mengevaluasi urgensi, relevansi, dan kesiapankegiatan yang tertunda, sehingga kegiatan dapat tersinkronisasi secara optimal.
Kegiatan berlanjut pada sesi terakhir yang membahas Provinsi di Pulau Jawa dan sekitarnya melalui pelaksanaan desk Pra Konreg. Pada sesi ini, seluruh desk berfokus pada penajaman kegiatan yang diusulkan, baik fisik maupun nonfisik, melalui pemetaan, verifikasi, serta penyesuaian program sesuai prioritas dan kebutuhan daerah. Desk 1 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah II.A, Bernadi Haryawan, membahas Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, dan Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, desk 2 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah II.B, Erwin Adhi Setyadhi, membahas Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi DI Yogyakarta. Dalam diskusi, masing-masing desk melakukan penajaman terhadap usulan kegiatan melalui penyesuaian volume, lokasi, serta jadwal pelaksanaan, termasuk pembahasan koridor jalan di Jawa Tengah. Proses ini dilakukan untuk memastikan keterpaduan program, prioritas proyek strategis tetap terjaga, serta alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara tepat dan efektif di seluruh provinsi yang dibahas.
Seluruh desk dalam Pra Konreg 2026 melaksanakan penajaman kegiatan sektor Bina Marga pada masing-masing wilayah secara komprehensif melalui pemetaan dan verifikasi program yang telah diusulkan, sekaligus pemrograman kegiatan fisik dan nonfisik agar selaras dengan prioritas pembangunan. (Fir/Tiara)





