Kepala BPIW Turut Hadir dalam RDP Bersama Komite II DPD RI Bahas Kinerja Infrastruktur dan Kebutuhan Anggaran 2027
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Adenan
Rasyid, bersama Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian PU turut hadir dalam Rapat
Dengar Pendapat (RDP) bersama Komite II DPD RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Rapat
dibuka oleh Wakil Ketua I, Angelius Wake Kako dengan agenda membahas pelaksanaan program Tahun 2026
serta rencana kerja dan kebutuhan anggaran Kementerian PU Tahun 2027.
Dalam kapasitas mewakili Menteri PU, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyampaikan
pada paparannya bahwa alokasi anggaran Kementerian PU Tahun 2026 sebesar Rp115,32 triliun difokuskan
untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta prasarana
strategis. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi keuangan telah mencapai Rp40,96 triliun atau
35,52 persen, dengan capaian fisik sebesar 39,67 persen.
"Kinerja fisik dan keuangan menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya, meskipun beberapa program masih memerlukan percepatan pelaksanaan," ujar Apri.
Untuk Tahun 2027, Kementerian PU memperoleh pagu indikatif sebesar Rp98,47 triliun, sementara
kebutuhan anggaran mencapai Rp219,81 triliun, sehingga masih terdapat kebutuhan pendanaan sebesar
Rp121,34 triliun guna mendukung berbagai program prioritas nasional.
Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Selatan, Sularso, mengapresiasi berbagai
pembangunan strategis yang telah dilakukan Kementerian PU di wilayah timur Indonesia, khususnya
dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan. "Kami berterima kasih kepada
Kementerian PU yang telah menunjukkan kerja nyata, terutama dalam mendukung pembangunan strategis di
Papua Selatan," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI dari Dapil Maluku Utara, R. Graal Taliawo, mengapresiasi dukungan
pembangunan jalan melalui Instruksi Presiden di Pulau Taliabu, namun meminta perhatian lebih
terhadap penanganan abrasi pantai, pengaman sungai, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat di
wilayah pertambangan.
Dari Sumatera Barat, Muslim M. Yatim menyoroti pentingnya percepatan rehabilitasi pascabencana serta
pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan
perekonomian wilayah. Sementara Stefanus B.A.N. Liow dari Dapil Sulawesi Utara mendorong
optimalisasi pemanfaatan bendungan, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, serta perluasan program
padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Masukan serupa juga disampaikan oleh anggota DPD RI dari Dapil lainnya seperti Papua, Kalimantan
Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sulawesi Tenggara yang menekankan
pentingnya pembangunan jalan, irigasi, sanitasi, air bersih, pengaman pantai, embung, serta
peningkatan koordinasi pembangunan infrastruktur antara pemerintah pusat dan daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Apri Artoto menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus
mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
"Kami akan terus berupaya mengalokasikan anggaran secara optimal agar pembangunan infrastruktur yang
menjadi kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,"
Ujar Apri.
Kementerian PU juga memastikan akan menindaklanjuti berbagai masukan daerah, termasuk percepatan
rehabilitasi pascabencana di Sumatera, pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan, peningkatan
infrastruktur dasar di wilayah timur Indonesia, serta penguatan konektivitas dan ketahanan air di
berbagai daerah.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Kementerian PU dan DPD RI
dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur serta peningkatan pelayanan dasar bagi
masyarakat di seluruh Indonesia. (Tasya/Zim)