Kepala BPIW Tinjau Infrastruktur Pendukung Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional di Merauke

Kepala BPIW Meninjau Infrastruktur Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan




Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Adenan Rasyid, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada 7–8 Juni 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan kegiatan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Papua Selatan yang menjadi salah satu program strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Sebagaimana telah diarahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029 dan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025, Provinsi Papua Selatan ditetapkan sebagai KSPEAN, khususnya pada Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kabupaten Merauke yang berlokasi di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPIW meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur Kementerian PU Tahun Anggaran 2026 yang mendukung pengembangan kawasan pangan, antara lain pembangunan jaringan irigasi rawa pada KSPP Kabupaten Merauke, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, serta pembangunan jalan dan drainase KSPP Ruas Wanam–Muting Segmen 1.
Adenan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur Kementerian PU di Kabupaten Merauke merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Keberhasilan pengembangan kawasan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga dukungan infrastruktur yang terintegrasi.
“Program infrastruktur Kementerian PU di Kabupaten Merauke merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendukung rantai produksi pertanian secara optimal,” ujar Adenan. Lebih lanjut, Adenan menekankan pentingnya keterpaduan pembangunan antarsektor di lingkungan Kementerian PU, khususnya antara bidang Sumber Daya Air dan Bina Marga. Menurutnya, sinergi antarsektor menjadi faktor penting untuk memastikan efektivitas pembangunan kawasan sentra produksi pangan.
Jaringan irigasi yang dibangun di kawasan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan dan distribusi air bagi area persawahan sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Sementara itu, pembangunan jalan dan drainase berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antar kampung di Kabupaten Merauke sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pusat-pusat pengolahan maupun pemasaran.
“Jaringan irigasi diperlukan untuk memastikan kebutuhan dukungan pengairan pada area sawah dapat terpenuhi secara optimal. Di sisi lain, jaringan jalan menjadi infrastruktur penting untuk mendukung konektivitas antartitik perkampungan serta memperlancar distribusi hasil pertanian,” tambahnya.
Dalam kunjungan ini, Kepala BPIW didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III, Pranoto, beserta jajaran. Hadir pula pejabat yang membersamai yaitu Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold A. P. Ritiauw; Plt. Direktur Sungai dan Pantai; Plt. Direktur Irigasi dan Rawa; Kepala Subdirektorat Wilayah IV, Direktorat Sungai dan Pantai; Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Marauke; dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Merauke.
Melalui kegiatan monitoring ini, BPIW berupaya memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur pendukung KSPEAN Papua Selatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendukung pengembangan wilayah berbasis potensi unggulan daerah. Infrastruktur yang terintegrasi diharapkan dapat memperkuat peran Kabupaten Merauke sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Papua Selatan. (MBA)





