Kick Off Rakorbangwil 2025, Penyusunan Program dan Kegiatan Infrastruktur PU 2027 Dimulai
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah kembali menyelenggarakan
Kick Off Rapat Koordinasi Keterpaduan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil) tahun 2025
untuk pemrograman infrastruktur tahun 2027 di Jakarta, 4 Desember 2025. Rakorbangwil adalah forum
koordinasi program dan anggaran pengembangan infrastruktur PU dengan Kementerian/Lembaga (K/L)
terkait dan Pemerintah Daerah. Di dalam forum ini dibahas program tahunan yang berasal dari
Memorandum Program dan Anggaran serta program tahunan yang berasal dari K/L terkait. Tujuan forum
ini adalah untuk menyepakati program keterpaduan pengembangan infrastruktur PU tahun 2027.
Forum yang tahun ini mengangkat tema Sinkronisasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang
Berkeadilan untuk Rakyat Sejahtera dan Indonesia Maju ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri
Pekerjaan Umum, Ibu Diana Kusumastuti. Wamen Diana menegaskan, Rakorbangwil menjadi momentum penting
untuk memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam menerjemahkan Asta
Cita Presiden Prabowo Subianto menjadi aksi konkret di lapangan. “Pembangunan infrastruktur PU harus
memperkuat swasembada pangan, energi, dan air. Membuka lapangan kerja, memperkuat daerah serta
mendorong ekonomi yang merata,” kata Wamen Diana.
Wamen Diana menyampaikan rekapitulasi capaian pembangunan infrastruktur PU tahun 2025 dan target
pembangunan tahun 2027. Beliau juga menyampaikan ada tiga strategi dalam penyusunan program
infrastruktur PU TA 2027, yaitu: Pertama memastikan penyusunan program infrastruktur PU TA 2027
memedomani Asta Cita dan berbasiskan potensi keunggulan wilayah, pemenuhan kebutuhan layanan dasar,
dan mendukung pemerataan ekonomi wilayah. Kedua, melanjutkan dukungan infrastruktur yang berkeadilan
untuk memenuhi target-target Inpres dan Infrastruktur Berbasis Masyarakat. Ketiga, memperkuat
sinergi dan kolaborasi lintas K/L dan pemerintah daerah.
Hadir pula dalam forum tersebut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator
Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimudin. Beliau menyampaikan
mengenai kebijakan pembangunan infrastruktur yang terpadu, di antaranya bahwa pembangunan harus
dipastikan terpadu dan mendukung pelaksanaan prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita,
RPJMN, RPJP, serta Instruksi Presiden.
Untuk Sektor Pekerjaan Umum, Beliau menyampaikan bahwa perlu perhatian pada infrastruktur terkait
air, konektivitas/jalan, pengembangan SDM, pengelolaan sampah, dan pengembangan energi bersih.
“Infrastruktur membutuhkan pendanaan yang besar. Kebutuhan investasi infrastruktur untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi 8% diperkirakan mencapai 10 ribu triliun Rupiah. Ini tentu tidak cukup hanya
dengan APBN, dan memerlukan cara-cara strategis dan kreatif dalam pembiayaan”, jelasnya.
Kepala BPIW, Bob Arthur Lombogia dalam laporannya mengatakan bahwa Rakorbangwil dilaksanakan sebagai
forum pemrograman tahunan yang menjadi tahapan awal perencanaan pemrograman infrastruktur PU
sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Menteri PU nomor 6 tahun 2022. Rakorbangwil juga menjadi
bagian dari proses perencanaan & penganggaran pembangunan nasional sesuai PP 17 tahun 2017.
“Perencaanaan 2027 dilaksanakan setahun lebih awal agar kita memiliki waktu yang cukup untuk
melakukan verifikasi, validasi, dan penajaman kesiapan lokus prioritas beserta kebuthan programnya”
ujarnya.
Dalam kesempatan berdialog dengan media, Wakil Menteri PU menyatakan bahwa untuk lokus prioritas
pembangunan tahun 2027 tentunya semua provinsi mendapat perhatian yang sama. “Semua mendapatkan
fokus, namun kita akan melihat masukan dari K/L dan daerah pada rakorbangwil ini untuk menjadi dasar
penentuan provinsi mana yang lebih membutuhkan. Tentunya adanya wilayah yang terdampak bencana
seperti sekarang ini, akan menjadi pertimbangan penting untuk menentukan lokus prioritas”, ujarnya.
Kick off Rakorbangwil ini dihadiri pula oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Ibu Wida Nurfaida;
jajaran Pejabat Tinggi Madya Kementerian PU beserta tim; Kepala Balai Kementerian PU seluruh
Indonesia, Perwakilan K/L terkait pembangunan infrastruktur PU; serta Bappeda, Bapperinda, dan
Bappelitbangda dari semua provinsi yang hadir secara online. Forum ini akan dilanjutkan dengan
diskusi dalam format desk per provinsi yang akan dilaksanakan pada 11 hingga 17 Desember 2025
mendatang. (MBA/Tiara)