Terima Audiensi Pemkab Belitung, BPIW Bahas Implementasi ICP dan Revitalisasi Kawasan Pariwisata
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Adenan
Rasyid, menerima kunjungan audiensi Pemerintah Kabupaten Belitung di Kantor BPIW Kementerian PU,
Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026. Kunjungan audiensi tersebut dipimpin oleh Bupati Belitung, Djoni
Alamsyah Hidayat, didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Oskar Yulianto, beserta jajaran
Pemerintah Kabupaten Belitung.
Audiensi dilaksanakan dalam rangka membahas tindak lanjut implementasi dokumen Integrated City
Planning (ICP) Kabupaten Belitung Tahun 2025 serta rencana revitalisasi Kawasan Pantai Tanjungpendam
sebagai kawasan strategis pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan
memperkuat identitas Kota Tanjungpandan sebagai pusat ekonomi pesisir berbasis pariwisata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belitung menyampaikan sejumlah hal strategis terkait kepastian
implementasi revitalisasi kawasan, termasuk skema pendanaan, pembagian kewenangan pusat dan daerah,
serta langkah konkret agar program revitalisasi dapat menjadi prioritas nasional dan segera masuk
tahap implementasi.
Kepala BPIW, Adenan Rasyid, menyampaikan bahwa BPIW akan terus mengawal tindak lanjut program
National Urban Development Project (NUDP) di Belitung agar dapat masuk ke tahap implementasi
investasi infrastruktur secara bertahap dan terintegrasi.
“Akan ada tindak lanjut NUDP untuk Belitung yang lebih fokus pada investasi. Biasanya sumber
pendanaan dapat melalui skema loan dan nantinya ditindaklanjuti melalui loan fisik,” kata Adenan.
Adenan juga menekankan pentingnya sinkronisasi hasil ICP Belitung dengan program prioritas
infrastruktur agar implementasi revitalisasi kawasan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak
langsung terhadap pengembangan pariwisata daerah.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah I BPIW, Benny Hermawan, menyampaikan
bahwa pengembangan ICP Belitung telah didorong melalui skema pendanaan kolaboratif melalui program
NUDP. Program tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan transformasi pembangunan perkotaan masa
depan yang layak huni sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, serta
pembiayaan pembangunan perkotaan melalui skema creative financing.
“Saat ini NUDP masih dalam proses pengajuan revisi blue book sebelum memasuki tahap pembahasan green
book di Kementerian PPN/Bappenas, dengan fokus awal pada penguatan tata kelola dan kelembagaan,”
ujar Benny.
Benny juga menegaskan bahwa Belitung memiliki core utama pada sektor pariwisata, khususnya kawasan
Tanjung Kelayang, sehingga kualitas pelayanan dan pengembangan kawasan wisata perlu terus dijaga dan
ditingkatkan.
“Belitung core-nya pariwisata, khususnya Tanjung Kelayang. Karena itu kualitas pelayanan kawasan
wisatanya perlu terus dijaga,” tambahnya.
Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Zevi Azzaino, memaparkan
hasil ICP Belitung terkait rencana program tahap I tahun 2026–2029 berupa revitalisasi dan penataan
Kawasan Pariwisata Pantai Tanjungpendam. Zevi juga menyampaikan program infrastruktur PU Tahun
Anggaran 2026 dan rencana program tahun 2027, salah satunya penataan koridor jalan utama Bundaran
Satam–Tanjungpendam–Jalan Pattimura.
Menutup audiensi, Adenan menyampaikan bahwa BPIW akan terus mengawal delapan usulan program
Kabupaten Belitung, yaitu penataan kawasan strategis destinasi geo-ekowisata Bukit Peramun,
perluasan SPAM Batu Mentas, penyiapan desain pembangunan bangunan pengaman pantai Desa Juru
Seberang, penyiapan dokumen teknis pengaman Pantai Tanjungpendam, rehabilitasi mayor jalan,
rehabilitasi jembatan, penanggulangan banjir Kampung Amau Kota Tanjungpandan, serta perluasan
jaringan distribusi SPAM Air Seruk.
“Program-program ini perlu terus dikawal bersama agar pengembangan kawasan strategis Belitung dapat
berjalan sesuai arah pengembangan yang telah disusun,” tutup Adenan. (Fir)