Berita Tim NUDP Fokuskan Substansi PCR pada Kebermanfaatan Proyek bagi Pemda serta Pembelajaran untuk Keberlanjutannya

Tim NUDP Fokuskan Substansi PCR pada Kebermanfaatan Proyek bagi Pemda serta Pembelajaran untuk Keberlanjutannya

Senin, 15 Desember 2025 BPIW Kementerian PU Kementerian Dalam Negeri Kementerian PPN/Bappenas NUDP World Bank Dibaca (102)

Tim National Urban Development Project (NUDP) mengadakan Rapat Pembahasan ke-tiga Project Completion Report (PCR), pada 12-13 Desember 2025. Kali ini, bertempat di Veranda Hotel Pakubuwono, Jakarta Selatan, rapat dihadiri oleh Tim Teknis NUDP lintas sektor di Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum, Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, juga Tim Bank Dunia, Tim Tenaga Ahli di Project Management Support (PMS) serta Oversight Service Provider (OSP).

Rapat diawali dengan sesi pembahasan mengenai pembaruan status administrasi keuangan dan perubahan proyek. Salah satu isu penting yang dibahas di sesi ini di antaranya Project Loan Cancellation (PLC) atau pembatalan pinjaman serta penyerapan anggaran yang diperkirakan mencapai 98 persen. Adapun alasan pembatalannya antara lain disebabkan oleh IOC dana yang tidak terpakai di Kementerian Pekerjaan Umum, pengembalian dana dari hasil temuan audit BPK, dan pengurangan contingencies. Selain itu, Tim NUDP juga mendiskusikan tentang revisi dokumen Project Operational Manual (POM).

Lalu, di sesi berikutnya, Tim membahas tentang harmonisasi Project Development Objective (PDO) dan konsep PCR. Untuk diketahui, pencapaian PDO diukur melalui rangkaian yang sistematis, dimulai dari Activities (Komponen NUDP 1, 2, 3, dan 4) yang menghasilkan Output. Kemudian Output tersebut memberikan Outcome kepada pemerintah daerah. Hasil akhirnya akan menunjukkan tingkat pencapaian PDO atau PDO Achievement. Selanjutnya, dalam beberapa hari ke depan, Tim akan menjadwalkan pertemuan untuk mengkaji harmonisasi capaian Intregrated City Planning (ICP) dan Capital Investment Planning (CIP).

Memasuki sesi ke-tiga, Tim mendiskusikan format dan struktur PCR secara lebih mendalam. Beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, yaitu revisi outline PCR yang nantinya akan menjadi acuan untuk penyusunan PCR yang diselaraskan dengan pedoman (guideline) atau standar Bank Dunia. Tim juga menyepakati fokus kerangka kerja dan substansi PCR harus menjelaskan manfaat bagi pemerintah daerah (project perencanaan), dan tidak menempatkan project management sebagai fokus utama di awal. Dengan penyesuaian ini, PCR akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang capaian proyek.

“Narasi PCR harus objektif dan didasarkan pada evidence, salah satunya loan agreement.” Demikian disampaikan oleh Tim Teknis NUDP di sesi pembahasan ke-empat terkait evaluasi implementasi proyek (lessons learned). Tak dimungkiri, pelaksanaan kegiatan NUDP menghadapi tantangan yang tak mudah, dari pandemik Covid-19, isu pengadaan, manajemen proyek, sampai koordinasi lintas kementerian yang kompleks. Terlepas dari hal tersebut, NUDP berhasil diadopsi oleh World Bank sebagai pilot global (percontohan) dan diminati banyak negara. Pembelajaran dari NUDP dapat menjadi acuan untuk proyek masa depan.

Terkait analisis lessons learned, Deputy Team Leader PMS NUDP Jaka Sumanta menekankan pentingnya keseimbangan informasi. "Tidak hanya memuat rekomendasi untuk proyek masa depan, tetapi juga poin-poin perbaikan dan koreksi yang perlu dilakukan," ujarnya. Di sisi lain, Task Team Leader NUDP di Bank Dunia Yuko Arai menyarankan agar evaluasi disesuaikan dengan sejarah proyek. Setelah ini, pembahasan ke-empat PCR akan diestafet, pada pekan mendatang, dengan menitikberatkan pada tinjauan dan validasi pemangku kepentingan. Dengan demikian, penyusunan PCR mencapai keselarasan sebelum dibuat draf finalnya.