Raker Komisi V DPR dan Kementerian PU Bahas Evaluasi APBN Tahun 2026 serta Hasil Pemeriksaan BPK Tahun 2025

MentEri PU dalam Raker Komisi V DPR RI



Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Adenan Rasyid, mendampingi Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. Raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, membahas Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2026 (hingga Mei 2026) serta Pembahasan Hasil Pemeriksaan Semester (Hapsem) I dan II BPK RI Tahun 2025.
Dalam pembukaan rapat tersebut, Lasarus mengapresiasi komitmen jajaran Kementerian PU yang aktif memonitor langsung proyek di lapangan. Namun, legislatif juga memberikan catatan kritis mengenai pentingnya perbaikan perencanaan dan tata kelola penganggaran ke depan.
Beberapa isu strategis yang menjadi sorotan antara lain mitigasi dampak dinamika fiskal global terhadap harga material konstruksi, keberlanjutan program Instruksi Jalan Daerah (IJD) dengan skema Multi-Years Contract (MYC), optimalisasi bendungan agar segera terkoneksi dengan jaringan irigasi dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta penertiban tata kelola pembayaran dari BUMN konstruksi kepada subkontraktor lokal.
Menanggapi hal tersebut, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Kementerian PU terus melakukan akselerasi program melalui penguatan pengendalian mutu (quality assurance/quality control) dan penajaman prioritas secara akuntabel.
Dody memaparkan, akibat kebijakan penajaman belanja oleh Kementerian Keuangan untuk mengantisipasi situasi geopolitik dan kurs, Pagu DIPA Kementerian PU TA 2026 disesuaikan dari semula Rp118,50 triliun menjadi Rp106,71 triliun.
“Hingga 31 Mei 2026, realisasi keuangan Kementerian PU telah mencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen, dengan realisasi fisik sebesar 35,71 persen. Kami berkomitmen mengawal proyek strategis yang ditargetkan dapat selesai pada Juli 2026 serta program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Dody.
Terkait hasil pemeriksaan BPK RI, Kementerian PU berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan TA 2024. Adapun terhadap 327 rekomendasi BPK RI pada Hapsem I dan II Tahun 2025, Kementerian PU menegaskan seluruhnya telah ditindaklanjuti secara penuh (100%) dan saat ini sedang dalam proses verifikasi akhir oleh BPK dan Inspektorat Jenderal.
Turut hadir mendampingi Menteri PU dalam raker tersebut Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti dan jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian PU.(Tasya/Zim)



