Pra Konreg 2026 Hari Ketiga, Sinkronkan Program Cipta Karya Nasional dan Daerah





Pra Konsultasi Regional (Pra Konreg) Tahun 2026 untuk pemrograman infrastruktur Pekerjaan Umum (PU) Tahun Anggaran (TA) 2027 telah memasuki hari ketiga, pembahasan yang difokuskan pada sektor Cipta Karya ini digelar secara hybrid pada Jumat, 20 Februari 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Zevi Azzaino yang menekankan pentingnya efektivitas dan ketepatan klasifikasi program agar pembahasan Pra Konreg berjalan fokus serta menghasilkan daftar kegiatan siap dibahas pada tahap Konreg.
“Pada Pra Konreg ini kita akan membahas pekerjaan yang mendukung Prioritas Nasional (PN) dan Non PN yang nantinya akan diakomodasi pada sesi desk.” jelas Zevi.
Pelaksanaan Pra Konreg dibagi ke dalam tiga desk. Dalam sesi pertama desk 1, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah II.A, Bernadi Haryawan, membahas Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, dan Provinsi DKI Jakarta. Khusus Provinsi Jakarta pembahasan dititikberatkan untuk pekerjaan Jakarta Sewerage System (JSS) yaitu, JSS Zona 1 Waduk Pluit, JSS Zona 6 Duri Kosambi dan JSS Zona Waduk Marunda. JSS ini sebagai bentuk upaya Pemerintah untuk mengatasi masalah limbah dan sanitasi di Wilayah Jakarta secara terpusat. Sementara itu, desk 2 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah II.B, Erwin Adhi Setyadhi, membahas Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi DI Yogyakarta, salah satunya membahas pembangunan SPAM Regional Lintas Tengah Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang. Desk 3, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah II.C, Allien Dyah Lestari, membahas Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sesi kedua desk menitikberatkan pada wilayah Sumatera dan wilayah Kalimantan. Desk 1, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.A, Hasna Widiastuti yang membahas Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau. Desk 2, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.B, Fransisco, membahas Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, dan Provinsi Bangka Belitung. Desk 3, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah I.C, Zaldy Sastra, membahas Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara.
Pada sesi terakhir, Desk 1 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah III.A, Setyo Purnomo, membahas Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Provinsi Gorontalo. Salah satu dibahas adalah pembangunan SPAM di Kabupaten Kolaka. Selanjutnya desk 2 dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah III.B, Sukamto membahas wilayah Maluku dan Maluku Utara. Sementara itu pada Desk 3 yang dipimpin oleh Ketua Tim Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah III.C, Stephanus Raden Kristianto, membahas Provinsi Papua dengan mengevaluasi prioritasi beberapa kegiatan Optimalisasi SPAM di Manokwari dari 3 (tiga) menjadi 1 (satu) apabila ingin dilanjutkan sampai Konsultasi Regional (Konreg).
Seluruh desk dalam Pra Konreg 2026 hari ketiga melaksanakan penajaman kegiatan sektor Cipta Karya pada masing-masing wilayah secara komprehensif melalui pemetaan dan verifikasi program yang telah diusulkan, sekaligus pemrograman kegiatan fisik dan nonfisik agar selaras dengan prioritas pembangunan. (Zim/Tiara)





