Mentawai Luncurkan City Branding “Surf and Soul”, Dorong Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya

Sekretaris BPIW Riska Rahmadia bersama dengan Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana pada saat menghadiri Jakarta Marketing Week 2026 di Jakarta (7/5)



Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Riska Rahmadia menghadiri acara Jakarta Marketing Week 2026 di Jakarta, Rabu 7 Mei 2026. Dalam rangkaian agenda acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai secara resmi meluncurkan city branding bertajuk Mentawai: Surf and Soul yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat positioning Kepulauan Mentawai sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis kekayaan alam dan budaya lokal.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai konsep branding Mentawai: Surf and Soul oleh tokoh pemasaran nasional, Hermawan Kartajaya. Menurut Hermawan, branding Surf and Soul merepresentasikan kekuatan utama Kepulauan Mentawai yang tidak hanya dikenal melalui potensi wisata selancar kelas dunia, tetapi juga kekayaan tradisi dan budaya masyarakat adat Mentawai. Dalam konsep progression of economic value, Mentawai dinilai telah berada pada level Stage Experience melalui pengalaman wisata selancar (surfing experience), serta mencapai level Guide Transformation melalui peran Sikerei sebagai tabib sekaligus tokoh adat masyarakat Mentawai yang merepresentasikan nilai spiritual dan kearifan lokal.
“Mentawai memiliki kekuatan yang sangat autentik. Surfing bukan hanya atraksi wisata, tetapi pengalaman yang membentuk identitas destinasi, sementara keberadaan Sikerei menjadi simbol transformasi dan jiwa budaya Mentawai. Inilah yang kami rangkum dalam konsep Surf and Soul,” ujar Hermawan. Dalam paparannya, Hermawan menjelaskan bahwa tema tersebut juga akan diangkat dalam ajang International Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang akan berlangsung di Bali pada 14–18 Oktober 2026 dengan mengusung tema Reimagining Tourism: in Fragmented World.
Peluncuran resmi city branding tersebut ditandai dengan penandatanganan simbolis oleh Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana bersama Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Jacop Saguruk, Anggota DPD RI Irman Gusman, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Lila Yanwar, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Ibrani Sababalat, Kapolres Kepulauan Mentawai, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai, serta perwakilan Persatuan Selancar Ombak Indonesia Al Fathir Muchtar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Mentawai menyampaikan bahwa selain memperkuat promosi potensi alam dan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga masih menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur guna mendukung pengembangan sektor pariwisata secara optimal. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan wisatawan menuju kawasan destinasi unggulan di Kepulauan Mentawai.
“Kami berharap branding Mentawai: Surf and Soul dapat semakin memperkenalkan Mentawai ke dunia internasional. Namun demikian, pengembangan pariwisata juga perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai agar aksesibilitas dan pelayanan bagi wisatawan dapat terus meningkat,” ujar Rinto Wardana.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi tato tradisional Mentawai serta penampilan tarian adat oleh para Sikerei yang semakin mempertegas identitas budaya lokal sebagai bagian integral dari branding Mentawai: Surf and Soul.(Zim/Tiara)





