Kepala BPIW Tinjau Infrastruktur Strategis dan Layanan Dasar di Tapanuli Utara

Kepala BPIW Meninjau Infrastruktur di Tapanuli Utara, Sumatera Utara




Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Adenan Rasyid, didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah I Benny Hermawan serta jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah infrastruktur strategis di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur dalam rangka tindak lanjut hasil Konsultasi Regional (Konreg) Tahun 2026 yang mendukung pelayanan dasar air minum perkotaan dan penanganan pascabencana di Tapanuli Utara.
Peninjauan diawali pada lokasi Pembangunan Prasarana Pengendali Dasar Sungai Aek Sigeaon. Sungai Aek Sigeaon merupakan salah satu sungai yang terdampak bencana di Sumatera Utara yang melintasi Kecamatan Tarutung ibukota Tapanuli Utara. Usulan penanganannya berupa bangunan pengendali dasar Sungai atau groundsill untuk menahan erosi sungai yang diusulkan melalui Forum Konreg untuk dilaksanakan pada Tahun 2027.
Pada kesempatan tersebut, Adenan meninjau kondisi sungai serta kebutuhan penanganan yang diperlukan guna meningkatkan perlindungan kawasan dan masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sumber daya air memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan wilayah, menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan ke lokasi peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sipoholon di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Tarutung. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu sarana penting dalam penyediaan layanan air minum bagi masyarakat di wilayah Tarutung dan sekitarnya.
Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU dalam Rencana Aksi (Renaksi) Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Utara yang juga merupakan program Konsultasi Regional (Konreg) Tahun 2026.
Peningkatan kapasitas IPA Sipoholon dari 50 l/dtk menjadi 100 l/dtk dilakukan untuk memperkuat keandalan layanan air minum setelah 9 mata air rusak dan jalur pipa intake sumber air baku terdampak bencana, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kontinuitas pelayanan bagi masyarakat.
Adenan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pengembangan wilayah secara berkelanjutan.
“Infrastruktur harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan ketahanan wilayah, maupun dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Adenan.
Peninjauan sejumlah infrastruktur tersebut sejalan dengan upaya Kementerian PU dalam mendukung Asta Cita melalui penyediaan layanan dasar yang berkualitas, penguatan ketahanan air, serta pembangunan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna memastikan pembangunan infrastruktur berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (Fir)





