BPIW Susun Model Penghitungan Kontribusi Infrastruktur untuk Dukung Sasaran Utama PU608




Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar koordinasi awal pengukuran sasaran utama PU608 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung G Kementerian PU, Jakarta, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan model penghitungan kontribusi infrastruktur PU sebagai dasar untuk mengukur kebermanfaatan pembangunan infrastruktur dalam mendukung pencapaian Sasaran Utama PU608.
Dalam sambutannya, Kepala BPIW Adenan Rasyid menyampaikan bahwa Kementerian PU memiliki Sasaran Utama PU608, yaitu penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) menjadi kurang dari 6, pengentasan kemiskinan menuju 0 persen, serta pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen. Menurutnya, sasaran tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur tidak hanya sebagai output pembangunan, tetapi juga sebagai instrumen yang memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Adenan menjelaskan bahwa penyusunan model penghitungan kontribusi infrastruktur berangkat dari hasil evaluasi penghitungan ICOR Bidang PU. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk merumuskan pendekatan yang mampu mengukur kebermanfaatan pembangunan infrastruktur secara lebih komprehensif.
"Tantangan kita saat ini bukan lagi hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menunjukkan sejauh mana infrastruktur yang telah dibangun benar-benar memberikan kontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional. Untuk itu, kita memerlukan cara pengukuran yang dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai manfaat pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum," ujar Adenan.
Lebih lanjut, Adenan menegaskan bahwa penyusunan model tersebut memerlukan kolaborasi berbagai disiplin ilmu agar menghasilkan pendekatan yang kuat secara akademis sekaligus aplikatif. Ia berharap model yang disusun nantinya dapat menjadi instrumen bagi Kementerian PU dalam mengukur kebermanfaatan pembangunan infrastruktur terhadap pencapaian Sasaran Utama PU608.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Zevi Azzaino, menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan sekaligus menjelaskan pentingnya penyusunan model penghitungan kontribusi infrastruktur PU dalam mendukung Sasaran Utama PU608. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan terkait konsep pendekatan pengukuran kontribusi infrastruktur PU serta perspektif pencapaian Sasaran Utama PU608 dalam pengembangan infrastruktur dan wilayah.
Pada kesempatan tersebut, BPIW menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni Prof. Dr. Eng. Pradono, S.E., M.Ec.Dev., dan Prof. Dr. Ir. Sri Maryati, MIP., dari Institut Teknologi Bandung serta Dr. Viktor Pirmana, S.E., M.Si., Ph.D dari Universitas Padjadjaran. Prof. Pradono memaparkan kerangka pikir, metodologi, dan model pengukuran kebermanfaatan infrastruktur PU sebagai landasan penyusunan model penghitungan. Selanjutnya, Prof. Sri Maryati menyampaikan strategi pencapaian Sasaran Utama PU608 dalam perspektif akademis, sementara Dr. Viktor Pirmana memaparkan kajian mengenai pengukuran kebermanfaatan infrastruktur PU terhadap pencapaian Sasaran Utama PU608.
Berbagai paparan tersebut menjadi bahan diskusi dalam menyusun pendekatan pengukuran yang komprehensif, terukur, dan aplikatif. Diskusi juga menyoroti pentingnya penggunaan pendekatan berbasis spasial dalam pengembangan model agar mampu menggambarkan kondisi eksisting sekaligus kondisi yang ingin dicapai melalui intervensi pembangunan infrastruktur. Selain itu, peserta rapat membahas berbagai skenario pengukuran yang dapat digunakan untuk menilai kontribusi pembangunan infrastruktur terhadap pencapaian Sasaran Utama PU608 secara lebih menyeluruh.
Menutup kegiatan, Adenan Rasyid menyampaikan bahwa diskusi yang berlangsung menghasilkan berbagai masukan yang konstruktif sebagai fondasi penyusunan model penghitungan kontribusi infrastruktur PU. Sebagai tindak lanjut, BPIW bersama tim narasumber akan membentuk tim kecil untuk memformulasikan hasil diskusi, menyusun skema kerja sama hingga tahap evaluasi, serta merumuskan variabel dan tahapan kerja penyusunan model.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Menteri Bidang Investasi Infrastruktur dan Lingkungan, Yudha Permana Jayadikarta; Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah II, Airlangga Mardjono; Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah III, Pranoto; Plh. Kepala Pusat Analisis Pelaksanaan Kebijakan, Christine Mayavani; serta jajaran pejabat di lingkungan BPIW. (Fir/Tiara)





