BPIW Perkuat Integrasi SIPro untuk Dukung Perencanaan yang Terpadu




Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum menggelar pembahasan integrasi Sistem Informasi Program (SIPro) dalam proses pemrograman dan penganggaran, Kamis, 21 Mei 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung G Kementerian PU, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola perencanaan, pemrograman, dan penganggaran di lingkungan Kementerian PU. Pembahasan integrasi SIPro dilakukan untuk mendukung optimalisasi proses perencanaan dan penganggaran yang lebih terintegrasi serta memperkuat peran BPIW sebagai penanggung jawab perencanaan, pemrograman, dan penganggaran di lingkungan Kementerian PU.
Rapat dipimpin oleh Kepala BPIW, Adenan Rasyid, yang menekankan pentingnya penguatan peran BPIW dalam membangun sistem yang terintegrasi pada proses pemrograman dan penganggaran. Menurutnya, SIPro menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penganggaran sehingga mampu memperkuat mekanisme perencanaan di lingkungan Kementerian PU.
"Kita harus mampu berperan dalam membangun sistem yang terintegrasi sehingga SIPro dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penganggaran. Ke depan, BPIW perlu menjadi palang pintu terakhir dalam proses pemrograman Kementerian PU," ujar Adenan.
Dalam arahannya, Kepala BPIW juga menyampaikan perlunya penguatan posisi SIPro dalam ekosistem aplikasi perencanaan dan penganggaran, termasuk integrasi dengan berbagai sistem yang telah digunakan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Zevi Azzaino, memaparkan timeline perencanaan, pemrograman, dan penganggaran, sekaligus perkembangan SIPro yang saat ini telah mendukung proses perencanaan dan pemrograman. Ke depan, sistem tersebut akan terus dikembangkan melalui pembaruan jangka pendek maupun jangka menengah. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini beberapa sistem masih bersifat internal dan belum terhubung secara menyeluruh. Oleh karena itu, direncanakan sinkronisasi SIPro dengan berbagai sistem lainnya, termasuk Integrated Electronic Monitoring Kementerian PU (iemon) dan Krisna, guna mendukung keterpaduan proses perencanaan dan penganggaran.
"Kami berharap SIPro dapat menjadi gerbang utama dalam proses pemrograman dan penganggaran melalui penguatan integrasi sistem serta pengembangan fitur yang mendukung kebutuhan seluruh level pengguna," ujar Zevi.
Dalam kesempatan tersebut, turut dipaparkan fitur-fitur eksisting SIPro serta rencana aksi pembaruan sistem untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan proses perencanaan dan penganggaran di masa mendatang. Pada sesi diskusi juga dibahas alur sinkronisasi data dalam penyusunan RKA-KL serta hubungan antar aplikasi seperti Sakti, iemon, dan Krisna guna memperkuat dasar pengembangan sistem yang terintegrasi.
Menutup rapat, Sekretaris BPIW menyampaikan bahwa pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal dan diperlukan langkah tindak lanjut yang dapat segera dilakukan untuk mendukung implementasi integrasi sistem ke depan.
Turut hadir dalam rapat ini Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah I Benny Hermawan, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II Airlangga Mardjono, dan Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III Pranoto. (Fir)




