BPIW Bahas Progres Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Tim Satuan Tugas Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan



Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali menggelar rapat koordinasi dalam rangka memonitoring progres bulanan ke-3 Tim Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Papua Selatan. Rapat yang merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung G, Kementerian PU, Jakarta, pada Selasa 28 Juli 2026.
Rapat dipimpin oleh Kepala BPIW sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan KSPEAN Bidang Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, dan dihadiri oleh perwakilan unit organisasi teknis di lingkungan Kementerian PU.
Dalam arahannya, Adenan meminta seluruh unit kerja terus mempercepat penyelesaian berbagai tahapan pembangunan, baik dari sisi administrasi, progres fisik, maupun proses pengadaan barang jadi dan/atau barang setengah jadi.
Adenan juga mengingatkan agar seluruh proses administrasi menjadi perhatian serius. Menurutnya, kelengkapan dokumen dan pemenuhan persyaratan administrasi harus berjalan seiring dengan pelaksanaan fisik di lapangan agar tidak menimbulkan keterlambatan pada tahapan berikutnya.
"Administrasi jangan sampai terlambat. Tolong diseriusi karena kita tidak mengetahui konsekuensi yang dapat timbul apabila proses administrasi tidak dipenuhi tepat waktu. Saya berharap seluruh pihak lebih peduli dan lebih fokus agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai target," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah III, Pranoto, memaparkan perkembangan kesiapan pembangunan yang mencakup aspek administrasi, teknis, sosial, serta kesiapan dokumen pada bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga (BM). Paparan tersebut juga menjelaskan progres kesiapan pembangunan Jalan Wanam–Muting Segmen I dan Segmen II, pembangunan jaringan irigasi, pengendalian banjir, hingga perkembangan penyelesaian lahan.
Dari sisi fisik, pembangunan Jalan Wanam–Muting Segmen I telah fungsional sepanjang 58 kilometer, sedangkan pada Segmen II sekitar 50 kilometer jalan telah terbuka dari total rencana 80 kilometer. Sementara itu, pada bidang SDA, pembangunan saluran irigasi primer telah mencapai 44 kilometer dari target 135,4 kilometer dan saluran irigasi sekunder mencapai 16,31 kilometer dari target 61,6 kilometer. Progres pengembangan demplot seluas 1.200 hektare juga telah mencapai 88 persen.
Selain memaparkan perkembangan fisik, rapat juga membahas sejumlah isu strategis yang masih memerlukan percepatan, di antaranya pemenuhan dokumen kesiapan readiness criteria, percepatan pengadaan barang jadi dan/atau barang setengah jadi, penyelesaian pengadaan lahan, penyusunan Rencana Induk (Renduk) KSPEAN Papua Selatan, serta penyiapan kebutuhan anggaran tahun 2027.
Menutup rapat, Adenan meminta agar masing-masing unit organisasi segera menyampaikan surat tindak lanjut terkait kebutuhan dukungan pembangunan serta mempercepat penyelesaian berbagai tahapan yang masih menjadi kendala. Ia menegaskan bahwa percepatan pemenuhan readiness criteria, penyelesaian Renduk sebagai payung hukum pelaksanaan KSPEAN Papua Selatan, serta percepatan proses pengadaan menjadi fokus utama agar pelaksanaan pembangunan KSPEAN Papua Selatan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah Nasional, Zevi Azzaino, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah II, Airlangga Mardjono, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah III, Pranoto, serta para pejabat dan anggota Tim Satuan Tugas Percepatan Pembangunan KSPEAN Bidang PU. (Fir/Tiara)





