Audiensi Pemerintah Kabupaten Tebo Provinsi Jambi ke BPIW



Sebagai upaya implementasi RPJMN 2025 – 2029, BPIW menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Tebo pada Rabu, 11 Februari 2026 bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung G BPIW, Jakarta. Kabupaten Tebo memiliki peran strategis sebagai salah satu kabupaten prioritas mendukung program swasembada pangan, air, dan energi dalam RPJMN 2025 – 2029. Selain itu, Kabupaten Tebo secara nasional memiliki peran sebagai salah satu kawasan konservasi nasional, khususnya pada Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Tebo dipimpin langsung oleh Bupati Tebo, Agus Rubiyanto dan diterima oleh Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah I, Benny Hermawan, yang mewakili Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW). Dalam paparannya, Agus menyampaikan “Kabupaten Tebo memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Dukungan infrastruktur, khususnya irigasi, jalan, jembatan, SPAM, dan sanitasi, menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan konektivitas wilayah, hal ini sejalan dengan RPJMN 2025–2029.”
Pemerintah Kabupaten Tebo melakukan konsultasi terkait kebutuhan infrastruktur antara lain pembangunan Jembatan Paseban dan peningkatan jalan akses Padang Lamo–Paseban yang saat ini mengalami kerusakan berat, normalisasi Danau Kepungo Desa Cermin untuk mendukung irigasi pertanian, pembangunan saluran primer jaringan irigasi Desa Balai Pajo, serta perluasan daerah layanan Daerah Irigasi (DI) Sukarami. Selain itu, Kabupaten Tebo juga berkonsultasi mengenai kebutuhan peningkatan layanan SPAM, pengelolaan sanitasi dan persampahan, serta dukungan infrastruktur jalan strategis yang menunjang konektivitas dan distribusi hasil pertanian.
Agus menekankan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Tebo masih mengandalkan sistem tadah hujan dengan indeks pertanaman satu kali setahun. Oleh karena itu, dukungan infrastruktur sumber daya air terutama irigasi dan sumber air bersih diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Menanggapi hal tersebut, Benny Hermawan menyampaikan mekanisme perencanaan dan pemrograman infrastruktur pekerjaan umum melalui forum Rapat Koordinasi Keterpaduan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil), Konsultasi Regional (Konreg), dan forum pemrograman lainnya. Benny menambahkan agar informasi yang penting ini juga disampaikan kepada pemerintah provinsi yang nantinya akan mengawal di dalam pembahasan program pada forum – forum tersebut.
Dalam audiensi tersebut, Benny menginformasikan arahan Bapak Menteri PU bahwa infrastruktur PU merupakan enabler bagi pertumbuhan ekonomi dimana fokusnya bukan pada investasi infrastruktur PU tetapi bagaimana infrastruktur tersebut membuat investasi (industri pertanian, dll) menjadi lebih efisien. Dalam konteks ini, Bapak Menteri PU menegaskan sasaran utama Kementerian PU 608 (efisiensi investasi ICOR <6, pengentasan kemiskinan menuju 0%, dan pendorong pertumbuhan ekonomi 8%). Dengan demikian, Benny berharap Pemerintah Kabupaten Tebo dapat bersinergi mewujudkan sasaran 608 tersebut. (Zim/Tiara)





