Pemkab Sambas Kunjungi BPIW, Bertekad Percepat Pengembangan Infrastruktur

Oleh: Layanan Informasi BPIW Rabu, 27 February 2017    |    08:02

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, Provinsi Kalimantan Barat berharap dukungan pemerintah pusat dapat semakin besar terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya. Demikian disampaikan Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili saat kunjungan kerja ke Kantor Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Jumat (24/2).

 

Kunjungan kerja Pemkab Sambas tersebut diterima langsung Kepala BPIW, Rido Matari Ikhwan didampingi jajaran dan perwakilan Unit Organisiasi di Kementerian PUPR.

"Memberi perhatian yang besar terhadap Kabupaten Sambas sangatlah tak berlebihan, karena Kabupaten Sambas merupakan salah satu wilayah perbatasan strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga (Malaysia,-red)," ungkap Atbah. 

Ia mengakui, saat ini di Kabupaten Sambas telah berdiri Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk yang cukup membuat iri warga negara tetangga di wilayah tersebut. Hanya saja kehadiran PLBN tersebut, lanjutnya, masih perlu ditambah berbagai infrastruktur penunjang lainnya agar manfaat pembangunannya makin dapat dirasakan masyarakat.

Selain itu, ungkapnya, penambahan berbagai infrastruktur penunjang akan makin mengokohkan kebanggaan dan rasa nasionalisme masyarakat di wilayah Kabupaten Sambas.

Atbah menjelaskan, Pemkab Sambas telah memiliki strategi pengembangan infrastruktur dan kawasan dengan memprioritaskan Lima kawasan strategis, yakni pengembangan Kawasan Wisata Temajuk, Kompleks Kesultanan Sambas, Kebun Raya Sambas, Kawasan Wisata Gunung Senujuh dan Rencana Pengembangan Bandar Udara Perintis di Kabupaten Sambas.

“Kawasan Wisata Temajuk dan Kompleks Kesultanan Sambas, menjadi prioritas pengembangan di Kabupaten Sambas karena kawasan tersebut memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan sosial budaya,” terangnya.

Ia menambahkan, banyak wisatawan dari Malaysia dan Brunei mengunjungi Temajuk dan Kompleks Kesultanan Sambas, namun para wisatawan saat melakukan kunjungan biasanya dilakukan pulang-pergi. “Sebab sarana dan prasarana di destinasi itu belum lengkap, seperti masih kurangnya hotel dan lainnya, sehingga manfaat yang diterima dari kunjungan wisatawan belum begitu optimal,” ungkapnya.

Selain itu, ada pengembangan Kebun Raya Sambas  dan Kawasan Wisata Gunung Senujuh. Kawasan tersebut perlu dikembangkan karena memiliki nilai strategis dari sudut fungsi, daya dukung lingkungan hidup serta kepentingan konservasi alam.

Terkait bandara, Atbah mengatakan, Kabupaten Sambas dirasa perlu melakukan terobosan dalam sarana tranportasi, agar tingkat kunjungan wisatawan dapat semakin tinggi. ”Dengan adanya bandara waktu tempuh menuju Sambas akan lebih singkat, sehingga peluang kunjungan ke Sambas juga akan makin banyak,” terangnya.

Di tempat yang sama, Rido Matari Ikhwan mengatakan, Kabupaten Sambas merupakan wilayah yang strategis. “Posisi Kabupaten Sambas masuk dalam bentang 2 WPS (Wilayah Pengembangan Strategis,-red), yakni WPS 20 Ketapang-Pontianak-Singkawang-Sambas dan WPS 21 Temajuk-Sebatik,” papar Rido.

Ia menjelaskan, saat ini Kementerian PUPR menerapkan metode pengembangan infrastruktur berbasis kewilayahan atau WPS dalam mewujudkan  sasaran  pembangunan infrastruktur PUPR.  “Saya rasa program yang diajukan Pemkab Sambas cocok dengan yang dingkat BPIW. Sehingga, pengembangnya bisa sejalan,” tambah Rido yang disambut antusias jajaran Pemkab Sambas. 

Pada tahun 2017, ungkap Rido, untuk Kabupaten Sambas ada program sektor Sumber Daya Air, antara lain, revitalisasi Danau Sebedang, peningkatan jaringan reklamasi Rawa Semelagi, peningkatan jaringan reklamasi Rawa Sebangkau, peningkatan jaringan reklamasi rawa Sarang Burung, peningkatan jaringan reklamasi rawa Sebubus, serta peningkatan jaringan reklamasi rawa Pemangkat, peningkatan jaringan reklamasi rawa Pimpinan,

“Ada juga pembangunan sarana dan prasarana air baku Sambas, pemeliharaan rutin di Pimpinan Komplek, pemeliharaan rutin di Sebangkau, pemeliharaan rutin di Sebawi, pemeliharaan berkala di Sebangkau, serta pemeliharaan berkala di Sebawi,” paparnya.

Untuk sektor jalan dan jembatan, pada 2017 ada pembangunan jalan Temajuk–Aruk, pemeliharaan rutin jalan Sambas-Singkawang-Sei Duri, pemeliharaan rutin jembatan ruas Sambas- Singkawang- Sei Duri, pemeliharaan rutin jalan Temajuk-Merbau, pemeliharaan rutin jembatan ruas Temajuk-Merbau.

“Kemudian, pemeliharaan rutin jembatan ruas Simpang Tanjung-Galing, Pelebaran Jalan Galing-Tanjung, Tanjung-Aruk, pengadaan lahan pembangunan jalan batas Serawak-Aruk serta pelebaran jalan Simpang Tanjung-Aruk II,” jelasnya.

 

Selain itu, lanjutnya, dari sektor Cipta Karya ada program fasilitasi pemanfataan ruang terbuka publik berupa pembangunan fisik. “Serta ada juga pengembangan jaringan air minum instalasi kota kecamatan (IKK) di Pemangkat Kab. Sambas,” tegasnya.(ris/infoBPIW)

Tinggalkan komentar

Berita Lainnya

World Bank Siap Duku...

Selama ini wisata Indonesia selalu identik denga...

BPIW Dorong Pemprov ...

  Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah...

Kementerian PUPR dan...

  Badan Pengembangan Infrastuktur Wilayah ...