Bangun Infrastruktur Krusial, Kementerian PUPR Siap Sukseskan IMF-WB AM 2018
Layanan Informasi BPIW     |     24 Aug 2017     |     08:08     |     2
Bangun Infrastruktur Krusial, Kementerian PUPR Siap Sukseskan IMF-WB AM 2018
Foto Bangun Infrastruktur Krusial, Kementerian PUPR Siap Sukseskan IMF-WB AM 2018

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur yang krusial untuk menyukseskan International Monetary Fund World Bank Annual Meetings 2018 (IMF-WB AM 2018) atau Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018 di Bali.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan mengatakan, saat ini hal yang paling krusial adalah pembangunan simpang Ngurah Rai karena bentuknya tak begitu memadai, sehingga perlu segera mendapat penanganan agar dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

"Kita akan optimalkan beberapa pembangunan infrastruktur, seperti untuk Underpas di simpang Ngurah Rai,” terang Rido saat Rapat Koordinasi Persiapan Final International Monetary Fund World Bank Annual Meetings (IMF-WB) 2018 di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman di Jakarta, Rabu (24/8). 

Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Panjaitan,  hadir juga Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo perwakilan dari sejumlah kementerian dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Rido melanjutkan, dilakukan juga pembangunan infrastruktur yang menunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). “Seperti di Danau Toba, melakukan peningkatan akses jalan Danau Toba-Bandara Sibisa dan lainnya,” terangnya. 

Selain itu, ada juga peningkatan infrastruktur PUPR di Bali, Toraja, Lombok, Labuan Bajo dan Borobudur. Menurutnya, sebagian ada yang sudah selesai, on going serta ada yang menunggu eksekusi.

Di tempat sama, Arief Yahya menyatakan, Kementerian Pariwisata dalam menyambut IMF-WB AM 2018 telah menyiapkan paket-paket wisata untuk para delegasi. “Paket-paket wisata ini dilakukan dengan layanan standar internasional,” terang Arief. 

Ia menjelaskan, destinasi yang masuk dalam paket tersebut merupakan destinasi yang masuk dalam KSPN prioritas, seperti Toraja, Lombok, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba dan lainnya.

Sebelum mengakhiri rapat, Luhut B. Panjaitan mengapresiasi jajaran Kementerian PUPR yang sigap melakukan akselerasi pembangunan dalam menyukseskan IMF-WB AM 2018. “Kementerian PUPR ini memang paten. Sigap dan bekerja cepat. Terus lanjutkan ya, agar pelaksanaan IMF-WB AM 2018 sukses,” terangnya.

Luhut berharap, pelaksanaan IMF-WB AM 2018 mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa. Pasalnya, hal ini berkaitan erat dengan citra bangsa Indonesia dimata dunia, khususnya para pimpinan perbankan dunia dan pejabat lembaga financial internasional. 

Sebagai informasi, IMF-WB AM 2018 merupakan pertemuan tahunan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta rekomendasi kebijakan IMF-WB ke depan.

Acara ini diikuti oleh Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota IMF-W8, pimpinan dan staf lMF-WB, para pelaku utama sektor keuangan, akademisi, CSC/NGO, pers dan observer, yang diperkirakan mencapai lebih dari 15.000 orang.(ris/infoBPIW)

Bagikan / Cetak:

Berita Terkait: